Tidak
banyak yang tahu kondisi kehidupan sebenarnya
dipinggiran Kota Tasikmalaya,masih banyak ketimpangan dari segi ekonomi maupun
kesehatan.peran pemerintah dituntut kerja nyata serta hadir ditengah-tengah
masyarakat yang membutuhkan, semua OPD bergerak bukan banyak teori yang
dibutuhkan mereka,melainkan perhatian yang nyata.
Dipinggiran keramaian tanpa sengaja kru media,Senin,11 Agustus 2025 menyaksikan seorang tua sedang berdialog dengan pejabat Kelurahan,sangat miris saya mendengarnya.ditengah gencarnya bantuan dari pemerintah pusat, masih ada warga yang terlewatkan , yang mestinya bapak ini layak mendapatkan bantuan, ternyata tidak sama sekali.
![]() |
| Lurah Panyingkiran Bersama Pencari rongsok |
Kronologis
Warga Tajur sengaja melangkahkan kakinya menuju Kelurahan Panyingkiran dengan maksud pinjam uang kepada Lurah,tanpa sengaja bertemu di di Gank Payung Geulis ( Produksi Payung Tradisional).
Tanpa
sungkan ( Uuh) minta bantuan Lurah Panyingkiran untuk membeli sebuah obat
gosok.
“ saya keliling mencari barang rongsokan untuk menyambung hidup,hasil dari mengumpulkan rongsokan tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari,adapun saya mendapatkan bantuan dari pemerintah ,itu dulu sekarang sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah,tidak tahu kenapa saya tidak tercantum sebagai penerima manfaat,” Keluh Uuh.
Pertemuan Lurah Maman Permana dengan Uuh ,menyisakan pesan moral,bahwa sudah sebuah keharusan Pejabat terjun kelapangan,menyaksikan langsung kondisi sebenarnya kehidupan masyarakat. Semoga sepenggal kisah nyata ini menjadi pemicu para pejabat untuk monitoring lingkungan,yang sebenarnya.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar