Ryan Cardio Blog

Selasa, 17 Maret 2026

Tenda Perjuangan di depan kantor Walikota Tasikmalaya

 

*Pers Rilis Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan Tasikmalaya*

Terkait Tenda Perjuangan di depan kantor Walikota Tasikmalaya, Malam ini di ujung Ramadhan 1447 H, kami menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya, jika Aksi Statsioner Menginap di Tenda Perjuangan hampir 3 Minggu ini, mengganggu kenyamanan masyarakat. Aksi ini kami lakukan sebagai wujud akumulasi kekecewaan kepada sikap Walikota Tasikmalaya yang tidak pernah hadir ketika diundang berdiskusi dalam forum terhormat : Audiensi/Rapat Dengar Pendapat, baik di DPRD, maupun di Kantor Walikota. Bahkan satu kesempatan, kita melaksanakan Rapat Dengar Pendapat/Audiensi di Kantor Walikota, tepatnya di Ruangan Rapat Sekretaris Daerah, yang dihadiri oleh para pihak terkait, bahkan dihadiri juga oleh perwakilan dari Polresta Tasikmalaya (Kasat Intel dan Kasat Reskrim), Walikota tetap Tdk hadir dan hanya mendelegasikan Sekretaris Daerah untuk memimpin Rapat Dengar Pendapat tsb ;


2. Bahwa selama hampir 3 Minggu , kami melaksanakan aksi stasioner menginap di tenda depan kantor walikota, tetap tidak ada respon sedikitpun dari Walikota, bahkan sekedar berkunjung mendatangi ke tenda menyerap aspirasi pun tidak pernah ada. Entah apakah karena Walikota merasa ia tdk punya kapasitas intelektual membangun ruang diskusi dengan rakyatnya untuk problem solving, atau malah Walikota merasa dirinya terlalu cerdas sehingga merasa tidak perlu membangun komunikasi dengan rakyatnya ;

3. Bahwa oleh karenanya, kami sampai pada kesimpulan dan keyakinan bahwa :

a. Walikota Tasikmalaya punya mata tapi membutakan penglihatannya ;

b. Walikota Tasikmalaya punya telinga tapi menulikan pendengarannya ;

c. Walikota Tasikmalaya punya hati tapi minim empati pada rakyatnya.

4. Atas arahan dan saran dari beberapa ulama, tokoh masyarakat, terutama Kang Yanto Oce, Kapolresta, AKBP Andi Purwanto, S.IK., MP dan juga upaya persuasif dari Kasatpol PP, demi menghargai suasana akhir Ramadhan 1447 H, menjelang Idul Fitri, kami mencabut Tenda Perjuangan ;

5. Bahwa pencabutan Tenda Perjuangan tersebut, hanya sementara dan akan dilanjutkan dengan aksi serta gerakan yang lebih progresif setelah masa cuti liburan Idul Fitri 1447 H berakhir (masuk kerja lagi). Memastikan tegaknya hukum dan keadilan pada peristiwa dugaan penyerobotan Lahan Negara oleh Pembangunan Lapangan Olahraga Padel For You Padel, Jl. Ir. H. Juanda yang mana hal tersebut ditegaskan juga oleh DPRD Kota Tasikmalaya melalui Rekomendasi DPRD No. 400.14.6/155/DPRD yang salah satunya memerintahkan Walikota Tasikmalaya untuk melakukan Evaluasi atas Terbitnya Persetujuan Bangunan Gedung pada Pembangunan Lapangan Olahraga Padel For You Padel ;

6. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya agar kami dikuatkan dalam seluruh proses perjuangan yang tidak mudah ini.


Tasikmalaya, 15 Maret 2026

Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan :

1. H. Iwan Restiawan (LSM Peradaban Demokrasi Indonesia/PADI)

2. H. Agus Ridwan (Ormas Gibas Resort Kota Tasikmalaya)

3. Yanuar M. Rifqi (Padepokan PADI)

4. KH. Habibudin (Eksponen 96)

5. Mamat Rahmat (LSM SIPATUTAT)

FIAT JUSTITIA RUAT CAELUM (TEGAKKAN KEADILAN MESKI LANGIT AKAN RUNTUH)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar