Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sebagian
warga masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengeluhkan kelangkaan
Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg). Selain sulit didapat, harga gas
subsidi tersebut juga mengalami kenaikan signifikan di tingkat pengecer.
Salah satu warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung,
Edi Sujatmiko, mengungkapkan, bahwa kondisi langka dan naiknya harga LPG ini
sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir. LPG 3 kg kini dijual dengan harga
antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung, jauh di atas harga sebelumnya yang
berkisar Rp20.000.
“Sudah semingguan ini LPG 3 kg sulit didapat. Kalaupun ada, harganya selangit,” kata Edi Sujatmiko kepada kru media, meskipun harga meningkat, masyarakat tetap membeli karena kebutuhan yang mendesak.
“Kata pengecernya barangnya tidak ada, jika ada harga dari sananya juga naik,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG, seperti pedagang makanan keliling. Edi berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga tersebut.
“Kalau warga pinggiran hutan mungkin masih bisa pakai kayu bakar, tapi bagi pedagang kecil tentu kesulitan. Semoga segera ada solusi,” tambahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar