Ryan Cardio Blog

Senin, 30 Juni 2025

Kelurahan Panyingkiran Bersedekah Menginjak Tahun Ke 3


3 tahun sudah Kelurahan Panyingkiran Bersedekah, dijalankan dengan baik,bersedekah kepada kaum dhuafa dan anak yatim merupakan tindakan terpuji dalam Islam. Sedekah termasuk kepada kelompok yang membutuhkan memiliki banyak keutamaan. Kelurahan Panyingkiran Senin, 30 Juni 2025, melaksanakan kepedulian kepada masyarakat dilingkungan Kelurahan Panyingkiran, adapun batuan ini :

1. Bantuan Renovasi RTLH warga masyarakat RW.006 Rp. 300.000 ( telah disalurkan )

2. Bantuan sembako kpd Lansia 11 orang

3. Bantuan uang tunai kpd Anak Yatim 11 orang

4. Bantuan telur  kpd Balita 20 Balita

5. Bantuan Susu 2 dus dan telur untuk 4 orang ibu Hamil KEK ( Kekurangan Energi .

Dalam agenda Kelurahan Panyingkiran Bersedekah, dihadiri Camat Indihiang ( Nanang Iskandar Zulkarnaen, Kepala Puskemas Parakannyasag ( H. Cece Nurdin, S.Kep.,Ners.,MM),Ketua Kelurahan Panyingkiran Bersedekah ( Burhanudin /Cello) dilengkapi oleh Rt dan Rw, para kader.

Dalam sambutannya Maman Permana selaku Lurah Panyingkiran, mengatakan kepada undangan yang hadir di Aula Kelurahan Panyingkiran.

Camat Indihiang Menyerahkan Santunan


“ Kegiatan Kelurahan Panyingkiran bersedekah saya mengharapkan terus berjalan , konsisten dan berkomitmen untuk membantu orang yang membutuhkan , Sekecil apapun bantuan yang diberikan , pasti akan sangat berarti bagi yang menerimanya. Dalam artian sekecil apapun dapat memberikan keringanan, harapan, atau bahkan perubahan  besar dalam hidup seseorang.,” Kata Maman.

Sedekah merupakan salah satu prinsip utama dalam agama Islam yang memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan memberikan kepada yang membutuhkan, seseorang tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sedekah harus terus ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian terhadap sesama.


Sabtu, 28 Juni 2025

Perjuangan bertahan hidup




Ketika saya melihat kembali perjalanan hidup saya, saya merasa bahwa setiap “akhir” yang saya alami sebenarnya adalah sebuah transisi. Sebuah titik tidak pernah berdiri sendiri; ia selalu menjadi bagian dari cerita yang lebih besar.





Namun, setiap cerita itu juga selalu terbungkus dalam jeda, dalam momen ketika saya berhenti, berpikir, lalu kembali melanjutkan. Proses itu mengajarkan saya bahwa makna tidak hanya ada di dalam kalimat yang kita tulis, tetapi juga di antara titik-titik kecil itu — di jeda yang menghubungkan satu narasi dengan narasi lainnya



 

Jumat, 27 Juni 2025

Mengapa biopori penting untuk lingkungan perkotaan

 

Biopori menjadi tempat pengolahan sampah organik yang efektif, mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. 

SALURAN PEMBUNGAN AIR TANAM BIOPORI

Beberapa orang mungkin banyak orang yang meremehkan atau kurang memahami fungsi biopori, meskipun memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Biopori seringkali dianggap sepele, namun sebenarnya berperan penting dalam mengatasi masalah lingkungan seperti banjir, pengelolaan sampah organik, dan peningkatan kesuburan tanah. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa fungsi biopori sering diremehkan? Baik dari kalangan Biokrasi maupun Masyarakat.

1. Kurangnya Sosialisasi dan Edukasi:

Banyak orang belum sepenuhnya memahami manfaat biopori dan cara pembuatannya. Kurangnya sosialisasi dan edukasi dari pemerintah atau lembaga terkait menyebabkan banyak masyarakat tidak menyadari potensi biopori dalam mengatasi masalah lingkungan di sekitar mereka. 

2. Anggapan Membutuhkan Perawatan Ekstra:

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa pembuatan dan perawatan biopori membutuhkan usaha dan waktu yang berlebihan. Padahal, perawatan biopori relatif mudah, yaitu dengan mengisi lubang dengan sampah organik secara berkala. 

3. Tidak Merasakan Dampak Langsung:

Bagi sebagian orang yang tinggal di daerah yang jarang terkena banjir atau memiliki sistem drainase yang baik, mungkin tidak merasakan dampak langsung dari pembuatan biopori. Namun, biopori tetap bermanfaat dalam jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air tanah. 

4. Persepsi Negatif Terhadap Sampah Organik:

Sebagian orang mungkin enggan memasukkan sampah organik ke dalam biopori karena khawatir akan menimbulkan bau tidak sedap. Padahal, sampah organik yang diuraikan dalam biopori akan menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. 

Meskipun ada beberapa anggapan negatif, biopori tetap memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat positif bagi lingkungan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat biopori, serta memberikan edukasi dan dukungan teknis dalam pembuatannya, diharapkan fungsi biopori dapat dioptimalkan dan diterima oleh lebih banyak orang. 

Beberapa manfaat biopori yang sering diremehkan:

EDUKASI ANAK-ANAK 


Mencegah banjir:

Biopori membantu menyerap air hujan lebih cepat, mengurangi risiko banjir dan genangan air. 

Mengurangi sampah organik:

Biopori menjadi tempat pengolahan sampah organik yang efektif, mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. 

Menyuburkan tanah:

Sampah organik yang diuraikan dalam biopori menjadi pupuk kompos, meningkatkan kesuburan tanah. 

Meningkatkan cadangan air tanah:

Biopori membantu air hujan meresap ke dalam tanah, meningkatkan cadangan air tanah. 

Mencegah penyebaran penyakit:

Biopori mengurangi genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, mencegah penyebaran penyakit seperti demam berdarah. 

Menjaga keseimbangan ekosistem:

Biopori membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan mendukung kehidupan mikroorganisme dan fauna tanah. 

 

Bangunan diatas drainase

 

Anggaran pemeliharaan drainase yang tidak terserap dengan baik bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya pemotongan anggaran, terutama pada masa-masa sulit seperti pandemi atau krisis ekonomi. Selain itu, bisa juga terjadi karena adanya kesalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan, atau karena kurangnya koordinasi antar instansi terkait. Bisa juga karena anggaran dialihkan untuk kegiatan lain yang dianggap lebih mendesak. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi:


Pemotongan Anggaran:

Pemerintah daerah mungkin mengalami pemotongan anggaran untuk berbagai program, termasuk pemeliharaan drainase, karena keterbatasan dana. 

Pergeseran Prioritas:

Anggaran yang ada mungkin dialihkan untuk kegiatan lain yang dianggap lebih mendesak, seperti penanganan bencana atau proyek pembangunan infrastruktur lain. 

Kesalahan Perencanaan dan Pelaksanaan:

Sungai Ditutup


Proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan drainase mungkin tidak efektif, sehingga anggaran tidak terserap dengan baik atau kegiatan tidak terlaksana sesuai rencana. 

Kurangnya Koordinasi:

Kurangnya koordinasi antara berbagai instansi terkait (misalnya, dinas pekerjaan umum, dinas lingkungan hidup) juga dapat menghambat proses pemeliharaan drainase. 

Minimnya Kesadaran Masyarakat:

Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan drainase juga dapat menyebabkan masalah, seperti pembuangan sampah sembarangan yang menghambat aliran air. 

Dampak dari drainase yang tidak terawat: 

Banjir: Drainase yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan banjir, terutama saat musim hujan, karena air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Kerusakan Lingkungan: Genangan air akibat drainase yang buruk dapat merusak jalan, bangunan, dan lingkungan sekitar.

Gangguan Kesehatan: Genangan air juga dapat menjadi sarang nyamuk dan berkembangnya penyakit.

Normalisasi Drainase


Solusi:

Peningkatan Anggaran:

Pemerintah daerah perlu mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pemeliharaan drainase, serta memastikan anggaran tersebut terserap dengan baik. 

Perbaikan Perencanaan dan Pelaksanaan:

Perlu adanya perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang efektif dalam kegiatan pemeliharaan drainase. 

Peningkatan Koordinasi:

Meningkatkan koordinasi antar instansi terkait sangat penting untuk kelancaran kegiatan pemeliharaan. 

Penyuluhan Masyarakat:

Melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan drainase dan membuang sampah pada tempatnya. 

Pemberian Sanksi:

Memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah sembarangan di drainase. 

 

Kamis, 26 Juni 2025

Pengaruh Program PKK Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan

 

Poto Bareng Saat Pelantikan PKK Baru

Lurah Panyingkiran( Maman Permana) didampingi  Ketua TP PKK (Tim Penggerak PKK) Ucu Mulyati., melantik dan mengukuhkan Pengurus Tim Penggerak PKK ( Kader ) di Aula Gedung Olah Raga Kelurahan Panyingkiran. Kota Tasikmalaya. Masa Bhakti 2025-2030, yang dilaksankan Rabu,25 Juni 2025 .

Usai pelantikan para kader PKK selesai dilaksanakan, kru media berkesempatan dengar pendapatan dari pihak Lurah Payingkiran(Maman Permana)

“ saya berharap. Periodisasi Kader PKK ini, bisa melaksanakan tugas dan tupoksinya, sekaligus sebagai motor penggerkan di masyarakat (khususnya kaum  wanita), mengedukasi, meinformasikan segala kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan keluarga,” Kata Maman.

PKK Sebagai Mitra Pemerintah


Mamanpun berharap dengan 10 program PKK yang notabenya sebagai landasan para Kader bergerak, 10 program PKK yaitu :

  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat

Mamapun berharap ke 10 program PKK ini, Bisa dilaksanakan sebaik mungkin.

Dilain pihak, Camat Indihiang ( Nanang Iskandar Z) berjesempatan menyampaikan pendaptnya,bahwa

“ saya berharap dengan dilantiknya Tim Penggerak PKK yang baru ini, bisa membantu program kerja,Kelurahan Panyingkiran, dengan menekankan kepada kesejahteraan masyarakat, meskipun anggaran tidak ada, untuk penggerak PKK , namun ada yang sifatnya partisipasi dari Kelurahan, kendati demikian , saya berharap, mereka bisa menjanlankan tupoksinya dengan baik,” Kata Nanang.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Tim Penggerak PKK adalah lembaga kemasyarakatan sebagai mitra kerja Pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak pada masing-masing jenjang pemerintahan untuk terlaksananya program PKK.

Sasaran gerakan PKK adalah keluarga, baik di perdesaan maupun perkotaan yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya, dalam bidang:

Mental spiritual meliputi sikap dan perilaku sebagai Insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Fisik material meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan dan keterampilan.(Ryan Cardio)

 

Selasa, 24 Juni 2025

Penanaman Pohon di lingkungan Dinas Menjadi Investasi Jangka Panjang

 

Penanaman pohon di lingkungan dinas sangat penting untuk berbagai alasan, termasuk menjaga lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, dan meningkatkan kesejahteraan. Penanaman pohon dapat memberikan manfaat seperti mengurangi polusi udara, mencegah banjir, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik. Kami selaku yang peduli dengan lingkungan, memberikan benih pohon buah, dihampir semua Puskesmas yang berada di Kota Tasikmalaya.

Puskesmas Kersanagara


Dan sekarang sudah mulai tumbuh dan berbuah, berawal dari kepedulian lingkungan, kami mencoba menerabas diluar program Pemerintah Kota Tasikmalaya, untuk merealisasikan penanaman benih buah-buahan ini. Pohon buah-buahan sseperti Nangka, Rambutan, Mangga, Manggis: Tanaman buah yang juga memiliki kemampuan menyerap air dan menahan tanah. 

beberapa alasan mengapa penanaman pohon penting di lingkungan dinas:

Mengurangi Polusi Udara:

Pohon berperan penting dalam menyerap polutan udara seperti karbon dioksida dan partikel debu, sehingga membantu membersihkan udara yang kita hirup. 

Mencegah Banjir:

Akar pohon berfungsi sebagai penyerap air hujan, membantu mencegah terjadinya banjir dan erosi tanah, terutama saat musim hujan. 

 Menjaga Keseimbangan Ekosistem:

Penanaman pohon mendukung keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat bagi berbagai jenis hewan dan tumbuhan, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. 

 Meningkatkan Kualitas Lingkungan:

Pohon memberikan lingkungan yang lebih sejuk, nyaman, dan asri, sehingga meningkatkan kualitas hidup bagi pegawai dan pengunjung di lingkungan dinas. 

Dampak Positif bagi Kesehatan:

Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap lingkungan hijau, termasuk pohon, dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan produktivitas kerja. 

Mitigasi Perubahan Iklim:

Pohon menyerap karbon dioksida, gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim. Dengan menanam pohon, kita dapat berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim. 

Puskemas Mangkubumi

 Menjaga Ketersediaan Air:

Pohon membantu menjaga siklus air dengan menyerap air hujan dan melepaskannya secara bertahap, sehingga membantu menjaga ketersediaan air bersih. 

Meningkatkan Nilai Estetika:

Penanaman pohon juga dapat meningkatkan nilai estetika lingkungan dinas, membuatnya lebih menarik dan menyenangkan secara visual. 

Dengan mempertimbangkan semua manfaat ini, penanaman pohon di lingkungan dinas menjadi investasi jangka panjang yang penting untuk masa depan yang lebih baik bagi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan. 

 

Apa pendapatmu tentang biopori

 

Bencana banjir merupakan bencana yang akrab bagi masyarakat indonesia, hampir setiap tahun saat musim hujan, banjir selalu melanda wilayah indonesia. selain itu saat musim hujan kita juga perlu mewaspadai terjadinya tanah longsor. Hal ini dialami juga di Kota Tasikmalaya. Ditambah, bukit yang berada disekitar Bungursari dan sebagaian lainnya, terpangkas hambis oleh penggalian (galian C).Bencana tanah longsor merupakan bencana yang dapat mengancam jiwa karena tanah longsor bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa di prediksi. oleh sebab itu penting bagi kita untuk bisa mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor. Bencana banjir dan tanah longsor umumnya terjadi akibat pengaruh manusia nya sendiri, masih minimnya kesadaran masyarakat untuk membuat daerah resapan air menjadi pemicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Banjir Karena Tidak Ada Resapan

Salah satu cara sederhana dalam mengatasi banjir dan tanah longsor adalah dengan membuat lubang biopori. Lubang biopori bisa membantu mengatasi banjir dan juga tanah longsor. Membuat lubang biopri bisa di lakukan di Halaman Kantor atau di rumah. Lubang biopori dapat berfungsi untuk meningkatkan laju peresapan air hujan.Pembuatan lubang resapan biopori di tanah secara langsung akan memperluas bidang permukaan peresapan air, seluas permukaan dinding lubang.

Lubang biopori di buat ke dalam tanah dengan diameter 10-15cm dengan kedalaman sekitar 100 Cm. setelah lubang tersebut di buat lalu isi dengan sampah organik agar bisa membentuk biopori. Biopori tersebut di bentuk karena adanya akitifitas organisme tanah dan akar tanaman. Yang paling penting dalam pembuatan biopori adalah mampu meningkatkan peresapan air sehingga menjadi cadangan air di dalam tanah. Di beberapa kota besar sudah ada yang menerapkan biopri.

Lubang biopori akan efektif jika di buat dengan diameter kecil, karena memiliki pertambahan luas bidang peresapan yang lebih besar. Lubang resapan biopori yang dibuat dengan diameter kecil akan mengurangi beban resapan, sehingga laju peresapan air dapat dipertahankan. Lubang Biopori dapat membantu mengurangi Dampak banjir dan tanah longsor. Sehingga saat hujan, banjir akibat genangan air bisa di minimalisir karena jumlah resapan air di dalam tanah cukup berperan.

Lubang biopori membantu mengatasi genangan air dengan meningkatkan daya serap tanah. Air hujan yang turun akan lebih mudah meresap ke dalam tanah melalui lubang-lubang ini, mengurangi risiko banjir dan genangan air di permukaan. 

Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai cara kerja lubang biopori:

Pembuatan Lubang Biopori

Meningkatkan daya serap tanah:

Lubang biopori menciptakan pori-pori atau rongga-rongga di dalam tanah yang memperluas bidang permukaan untuk penyerapan air. 

Mengurangi limpasan permukaan:

Dengan semakin banyaknya air yang terserap ke dalam tanah, maka limpasan air permukaan akan berkurang, sehingga mengurangi risiko terjadinya genangan.

Mencegah banjir:

Dengan kemampuan tanah menyerap air yang lebih baik, potensi banjir akibat curah hujan tinggi dapat diminimalkan. 

Penyedia air bagi tanaman:

Air yang tersimpan dalam tanah melalui lubang biopori juga dapat dimanfaatkan oleh tanaman, membantu menjaga kelembaban tanah terutama pada musim kemarau. 

Pengolahan sampah organik:

Lubang biopori juga berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan terurai dan menjadi pupuk alami, meningkatkan kesuburan tanah. 

Meningkatkan kualitas air:

Air yang meresap melalui tanah juga akan mengalami proses penyaringan alami, sehingga kualitas air tanah dapat meningkat. 

Dengan demikian, lubang biopori merupakan solusi efektif dan alami untuk mengatasi masalah genangan air dan banjir, sekaligus memberikan manfaat lain seperti peningkatan kesuburan tanah dan kualitas air. 

Senin, 23 Juni 2025

Kunjungan Kepala Perpustakaan Nasional RI ( Prof.E Aminudin Aziz) Ke (Dipusipda) Kota Tasikmalaya dan Kalista

 

Banyaknya Kalista, Diharapkan semakin tumbuh dan berkembang Literasi



Dalam mendukung program Tasik Pintar dan mewujudkan cita-cita Generasi Emas Kota Tasikmalaya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dipusipda) Kota Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Literasi bagi guru, pegiat literasi, dan pustakawan se-Kota Tasikmalaya., baru-baru ini, Kota Tasikmalaya mendapat kunjungan dari Kepala Perpustakaan Nasional RI ( Prof.E Aminudin Aziz) Ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya ,dalam rangka membuktikan karyanya berhasil membangun kampung literasi dan tertib arsip (Kampung Kalista). Lokasi kampung Kalista di RW 12 Perum Kotabaru Kec. Cibeureum.

Kepala Perpustakaan Nasional RI ( Prof.E Aminudin Aziz) , berkesempatan  berkunjung ke salah satu Kampung literasi sadar  tertib arsip Kota Tasikmalaya, di Perum Kota Baru-Cibeureum,  didampingi Walikota Tasikmalaya ( Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.B.A), Kepala Dinas Dipusipda (H .Andi Abdullah N,S.H,.M.Si ), Kabid .Perpustakaan ( Teguh Purnama).


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional RI ( Prof.E Aminudin Aziz) berpendapat kaitan kondisi gemar membaca di Kota Tasikmalaya,

“ Kota Tasikmalaya menurut data IPLM ( Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat) dan tingkat kegemaran membaca , sudah berada pada tingkat yang cukup tinggi. , namun saya berharap, hal ini bukan saja dilihat dari statistic angka, tapi justru menjadi kenyataan dan kenyataan itu , ternyata ada di sini ( di Kota Tasikmalaya),” Kata Aminudin.

Lanjut Prof.E Aminudin Aziz,

“ Harapan saya, bersama Walikota, kedepannya diciptakan Kalista –Kalista baru , sehingga hal itu bisa menjadi motor penggerak , untuk menjadi gerakan Literasi Nasional , demi meningkatkan kecerdasan masyarakat dan bangsa Indonesia ,” Paparnya.

Disaat bersamaan, Walikota Tasikmalaya, memberikan tanggapannya, program ini,

“ Hari ini suatu hal yang luar biasa untuk KotaTasikmalaya, selain Kepala Perpustakaan Nasional RI, hadir di Kota Tasikmalaya, mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi kami, semangat  bagi kami, karena Literasi harus berawal dari usia dini, dan saya berharap kedepannya di Kota Tasikmalaya, akan tumbuh dan berkembang Literasi yang menyebar diseluruh Kota Tasikmalaya di 10 Kecamata.” Katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas para pendidik dan penggerak literasi agar mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Melalui bimbingan teknis ini, para peserta dibekali dengan pemahaman yang mendalam mengenai pengembangan literasi dasar, literasi digital, dan literasi informasi yang relevan dengan tantangan zaman.

Kabid Perpustakan
(Teguh Purnama)

Kabid Perpustakan (Teguh Purnama) menambahkan penjelasan dari ke dua narasumber ( Kepala Perpustakaan Nasional RI ( Prof.E Aminudin Aziz) dan Walikota Tasikmalaya ( Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.B.A) bahwa,

“ Dipusipda berkomitmen untuk menjadikan literasi sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi cerdas, kritis, dan berkarakter. Dengan kolaborasi lintas profesi antara guru, pustakawan, dan komunitas literasi, diharapkan semangat membaca, menulis, dan berpikir reflektif terus tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama bergerak menjadikan Tasikmalaya sebagai kota literasi yang mampu melahirkan generasi yang siap bersaing secara global namun tetap berakar pada nilai-nilai local,” Pungkasnya (Ryan Cardio)





Minggu, 22 Juni 2025

Pertanian Terpadu (Integrated Farming)





Integrated Farming merupakan sistem pertanian dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan/pangan/hortikultura) serta ternak dan perikanan untuk mendapatkan agroekosistem yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam. Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan sub sektor pertanian, tanaman, ternak, ikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya (lahan, manusia, dan faktor tumbuh lainnya), yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam, serta kemandirian dan kesejahtraan petani secara berkelanjutan



Penerapan pertanian terpadu pada dasarnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi sumber daya yang ada sehingga, terjadi hubungan timbal balik secara langsung antara lingkungan biotik dan abiotik dalam ekosistem lahan pertanian dimana output dari salah satu budidaya menjadi input kultur lainnya.Prinsip keterpaduan dalam Integrated Farming yang harus diperhatikan, yaitu: 

(1) Agroekosistem yang berkeanekaragaman tinggi yang memberi jaminan yang lebih tinggi bagi petani secara berkelanjutan; 

(2) Diperlukan keanekaragaman fungsional yang dapat dicapai dengan mengkombinasikan spesies tanaman dan hewan yang memiliki sifat saling melengkapi dan berhubungan dalam interaksi sinergetik dan positif, dan bukan hanya kestabilan yang dapat diperbaiki, namun juga produktivitas sistem pertanian dengan input yang lebih rendah; 

(3) Dalam menerapkan pertanian berkelanjutan diperlukan dukungan sumberdaya manusia, pengetahuan dan teknologi, permodalan, hubungan produk dan konsumen, serta masalah keseimbangan misi pertanian dalam pembangunan; 

(4) Pemanfaatan keanekaragaman fungsional sampai pada tingkat yang maksimal yang menghasilkan sistem pertanian yang kompleks dan terpadu yang menggunakan sumberdaya dan input yang ada secara optimal; 

(5) Menentukan kombinasi tanaman, hewan dan input yang mengarah pada produktivitas yang tinggi, keamanan produksi serta konservasi sumberdaya yang relatif sesuai dengan keterbatasan lahan, tenaga kerja dan modal.

Sistem pertanian terpadu dapat meningkatkan kemampuan para petani dalam memproduksi pupuk organik dan kemudian dapat membudayakan pertanian organik. Pertanian organik akan dapat menghasilkan produk pertanian dengan kualitas tinggi dan higienis yang tidak terkontaminasi dengan bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan

Konsep terapan sistem pertanian terpadu akan menghasilkan F4, yang terdiri dari Food, Feed, Fuel dan Fertilizer. 

 

Sabtu, 21 Juni 2025

Jumsih Milik Kita Bersama dan Tanggung Jawab Bersama

Hari Jum'at bukan hanya hari ibadah, tetapi juga bisa menjadi kesempatan yang baik untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Di beberapa komunitas di seluruh negeri, masyarakat sedang bergerak bersama dalam apa yang mereka sebut "Jum'at Bersih." Ini adalah upaya kolektif untuk membersihkan lingkungan mereka dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.



Inisiatif "Jum'at Bersih" ini bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga mencakup pendidikan dan kesadaran lingkungan. Para peserta berbagi pengetahuan tentang cara mengelola sampah dengan benar, memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga mendiskusikan cara-cara untuk menjaga lingkungan tetap bersih sepanjang minggu, bukan hanya di hari Jum'at.



 

Semangat positif dan antusiasme dalam inisiatif "Jum'at Bersih" ini mencerminkan kepedulian masyarakat Desa terhadap lingkungan. Diharapkan bahwa upaya ini akan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya di seluruh Desa untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Ketika masyarakat bersatu untuk tujuan yang baik, seperti menjaga kebersihan lingkungan, hasilnya bisa sangat positif. "Jum'at Bersih" adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan perhatian terhadap lingkungan dapat mengubah dunia satu langkah kecil sekaligus.