Dalam sejarahnya, domba sebagai hewan ternak di kalangan masyarakat agraris telah berkembang menjadi tradisi seni adu ketangkasan. Sebab domba Garut ini memiliki peruntukannya khusus sebagai bagian dari seni adu ketangkasan, berbeda dengan domba biasa yang dipelihara oleh masyarakat.
Sebuah ajang ketangkasan adu domba tingkat Jawa Barat digelar di Kampung Cihideung, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari budaya lokal yang sarat dengan nilai historis, sosial, dan ekonomi. Adu domba ini juga menjadi ajang berkumpulnya masyarakat untuk memperkuat tali silaturahmi antar peternak dan tokoh masyarakat. Di lapangan yang cukup luas, ratusan penonton terlihat antusias menyaksikan pertandingan, sementara alunan musik khas Sunda terus mengiringi jalannya acara. Wa Jabrig, seorang peternak domba adu asal Indihiang, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 300 ekor domba pilihan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar