Pembekalan PMT (
Pemberian Makanan Tambahan) dilakukan oleh Puskesmas Karanganyar Kota
Tasikmalaya, digelar diruang Kantor Kelurahan Cibeuti
Kepala UPTD Puskesmas
Karanganyar Ns.H.Enjang Nurjamil,S.Kep, MH.Kes, memimpin langsung pembekalan dan
dihadiri Kasie Kesra Kecamatan, Kelurahan dan Pokmas, usai pemaparan kepada
Kader kesehatan, bidan kelurahan dan tim pelaksana PMT, H.Enjang menyampaikan
kepada awak media, bahwa,
“ sasaran PMT lokal
diberikan kepada balita dengan masalah gizi
( gizi kurang, berat badan kurang, dan stunting) serta ibu hamil dengan
kekurangan energy kronis ( KEK), pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan , keterampilan , dan sikap mereka dalam pemberian edukasi dan
pelaksanaaan PMT berbahan pangan lokal kepada balita dan ibu hamil,” Paparnya.
Adapun pemberian PMT ini,
tidak sembarang jangka waktunya, namun ada jangka waktu yang telah ditentukan.
“ PMT lokal diperuntukan
balita gizi kurang dan ibu hamil kurang energy kronis ( KEK). Pemberian PMT
lokal pada balita gizi kurang, diberikan selama 60 hari, sedangkan pada ibu
hamil KEK diberikan selama 90 hari,” Kata H.Enjang.
Lama Pemberian
Balita Gizi Kurang : 60
hari
Ibu Hamikl KEK : 90 hari
Pemberian
PMT Berbasis Bahan Pangan Lokal diperuntukan kepada balita dengan masalah gizi
dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK). Program Pemberian Makanan Tambahan
(PMT) merupakan salah satu kebijakan dalam program prioritas Pemerintah Kota
Tasikmalaya dalam upaya pencegahan Stunting.
Lanjut
H.Enjang
“tentang Percepatan Penurunan Stunting bahwa ibu hamil
Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang mendapatkan tambahan asupan gizi dan anak
berusia dibawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan
gizi merupakan indikator esensial intervensi spesifik dalam percepatan
penurunan stunting. Indikator tersebut menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota dengan memperoleh dukungan dari Kementerian Kesehatan,
Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemangku Kepentingan. “ Pungkasnya.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal adalah
makanan tambahan pangan lokal yang diberikan untuk memperbaiki status gizi
balita dan ibu hamil. Kegiatan PMT tersebut disertai dengan edukasi gizi dan
kesehatan untuk perubahan perilaku misalnya dengan dukungan pemberian ASI,
edukasi dan konseling pemberian makan, higiene sanitasi untuk ibu, pengasuh dan
keluarga. Kegiatan PMT berbahan pangan lokal diharapkan dapat mendorong
kemandirian keluarga dalam penyediaan pangan bergizi dengan memanfaatkan
potensi pangan lokal secara berkelanjutan.( Ryan Cardio)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar