Wakil Wali Kota Tasikmalaya
Diky Candra akhirnya meledak. Bukan di ruang rapat resmi, melainkan di hadapan
wartawan seusai menghadiri kegiatan IPSI Kota Tasikmalaya, Jumat (13/2/2026).
Ia terang-terangan mengaku kecewa terhadap pola komunikasi di internal
Pemerintah Kota Tasikmalaya, terutama terkait informasi yang disampaikan ajudan
Wali Kota.
Kemarahan Diky dipicu kabar
bahwa dirinya disebut bisa menghadiri agenda lain di waktu yang sama. Ia merasa
informasi tersebut tidak pernah dikonfirmasi langsung kepadanya.
“Saya kecewa karena saya dapat
informasi katanya dari ajudan wali kota bisa datang ke acara yang lain. Gak
mungkin lah badan saya hanya satu,” keluh Diky kepada wartawan.
Menurutnya, kekeliruan
komunikasi itu bukan sekadar persoalan teknis. Dampaknya, kata dia, merugikan
nama baiknya sekaligus menimbulkan harapan yang tidak terpenuhi di tengah
masyarakat.
“Saya juga minta kepada media
bantu saya, saya juga kerja. Banyak acara juga, hari ini,” ujarnya.
Diky menegaskan persoalan ini
akan ditindaklanjuti secara langsung di Balai Kota. Ia menyebut ada pola sistem
komunikasi internal yang keliru dan perlu dibenahi.
“Jujur saya agak marah. Saya
akan ke kantor, akan menindak pola sistem yang salah di internal yang merugikan
nama baik saya dan yang lainnya,” ucapnya tegas.
Ia juga menyoroti dampak yang
dirasakan masyarakat akibat miskomunikasi tersebut. Menurut Diky, warga tidak
boleh diberi harapan tanpa kepastian kehadiran pejabat publik.
“Masyarakat tidak bisa
di-PHP-kan seperti ini. Kemarin masyarakat ada yang berharap bapak wakil mau
datang, sedangkan saya baru tahu tadi pagi. Ini jelas tidak bisa dibiarkan.
Hari ini saya mau jalan, saya harus tegor. Mau gimana, terserah,” pungkasnya.(Ryan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar