Ryan Cardio Blog

Selasa, 28 Oktober 2025

Proyek di Lahan Yayasan Jadi Sorotan | Dugaan Penyimpangan Anggaran Hibah di Kabupaten Tasikmalaya

Menurut sumber yang sangat dipercaya dan telah melakukan penulusuran dan investigasi lapangan serta minta penulis untuk tak menyebutkan namanya, mengatakan :


"Adanya Indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran dan pengelolaan keuangan daerah kembali mencuat di Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan informasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat sejumlah kejanggalan dalam proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), termasuk pembangunan yang berlokasi di lahan milik Yayasan Ar’Ruzhan. Dimana pembangunan Yayasan AR menerima hibah dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dari mulai pematangan lahan pada tahun 2014, pematangan lahan kampus AR pada tahun 2015, pematangan lahan kampus AR ( lanjutan) pada tahun 2015 ( sumber anggaran Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembangunan tembok penahan tebing pada tahun 2016, pembangunan Gedung Olah Raga komplek pendidikan AR, pembangunan pematangan tanah komplek pendidikan AR ( berupa pagu anggaran ) yang kesemuanya mencapai belasan milyar rupiah dari baik dari APBD Kabupaten Tasikmalaya maupun Bantuan Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saat pemilik yayasan menjabat Bupati Kabupaten Tasikmalaya.


Hasil investigasi Embung di Tanah Yayasan Didanai Rp 5 Miliar yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan menurut aturan dan peraturan yang berlaku di NKRI pembangunan embung harus dilahan tanah negara

Proyek pembangunan embung senilai sekitar Rp 5 miliar diketahui berdiri di atas lahan Yayasan Ar’Ruzhan.

Sumber dari lingkungan internal keuangan daerah menyebutkan bahwa proyek tersebut telah menerima alokasi hibah hampir setiap tahun, namun belum jelas bagaimana mekanisme pemanfaatan lahannya dilakukan.

“Perlu audit lebih lanjut karena dana publik tidak semestinya digunakan untuk kepentingan di atas lahan non-pemerintah,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya

Sumber menyebut praktik ini menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan jabatan dalam pengelolaan anggaran keuangan daerah.

Kasus Lama dan Pola Berulang

Beberapa pihak menilai kasus ini memiliki kemiripan dengan sejumlah dugaan pelanggaran di masa lalu, seperti “Meubeuler Gate” dan “Cisinga Gate.”
Kedua kasus tersebut sempat mencuat di lingkungan DPUTR dan melibatkan beberapa pejabat yang kini sudah tidak aktif, termasuk almarhum Jamaludin dan mantan Kepala Dinas Bambang beserta stafnya.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun penegak hukum terkait dugaan baru ini.



Dorongan Audit dan Transparansi

Pengamat kebijakan publik Tasikmalaya, (nama narasumber opsional), menilai bahwa temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti secara terbuka.
“Jika memang ada indikasi pelanggaran prosedural, BPK dan aparat penegak hukum wajib memeriksa ulang dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek, termasuk status hukum lahan yang digunakan,” katanya. Apalagi belakangan muncul anggaran hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mencapai puluhan milyar rupiah saat sang empunya yayasan menjabat wakil gubernur Jawa Barat

Disclaimer Redaksi :
Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelusuran dokumen publik, data audit, serta keterangan beberapa sumber terpercaya. Informasi dalam laporan ini masih bersifat dugaan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Pasal 5 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Senin, 27 Oktober 2025

Pura-Pura Telepon Pemilik BRILink | Penipu Gondol Uang 5 Juta

 

Aksi licik seorang pria yang berpura-pura disuruh pemilik toko untuk mengambil uang ,disalah satu BRI Link di Jl. Ds. Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,Senin,27 Oktober 2025 dijelaskan oleh pemilik Agen BRI Link kepada kru media,bahwa telah terjadi penipuan di tokonya.. Pelaku sampai berita ini diturunkan belum juga tertangkap.

“ sekitar pukul 11.00 WIB, Agen BRI Link didatangi oleh seorang pria,berkaos putih,turun dari sepeda motornya,tanpa membuka helm,langsung menuju Agen ini, dan langsung menanyakan keberadaan saya (Pemilik Agen BRI Link) kepada pegawai, dengan spontan pegawai BRI Link menjawab,bahwa saya sedang ada dirumah.” Kata Asep.

Dengan jelas obrolannya  antara si penipu dan karyawan BRI Link berinteraksi terekan CCTV.

Dengan pura-pura telepon pemilik BRI Link,pria ini,sedikit menjauh dari toko seolah-olah sedang menelepon pemilik agen ini,  disaksikan pegawai toko.

Dengan sikap yang meyakinkan, pelaku  berpura-pura sedang menelepon sang pemilik toko dan menyampaikan pesan bahwa dia disuruh  untuk mengambil sejumlah uang sebesar 5 juta, Karyawan yang tidak curiga, karena terlanjur percaya dengan sandiwara pelaku, dan menyerahkan uang yang diminta. Setelah mendapatkan uang, pelaku langsung kabur

Aseppun menyarakan kepada sesama pengusaha ,

Hati-Hati Dengan Modus Pura-Pura Telepon Boss

Karyawan harus selalu mengonfirmasi dengan pemilik toko melalui nomor telepon yang sudah dikenal. Jangan pernah percaya dengan sandiwara telepon yang dilakukan

Curigai setiap orang yang tiba-tiba datang dan meminta uang atau barang atas nama pemilik toko, terutama jika mereka bersikap terburu-buru atau mencoba membuat Anda panik. Pasang CCTV. CCTV dapat membantu merekam wajah pelaku dan menjadi bukti penting jika terjadi penipuan.” Pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan ,pelaku belum juga tertangkap,menurut Asep,penipuan yang dilakukan si orang ini, bukan saja didaerah Kabupaten Tasikmalaya,melainkan di Kota Tasikmalaya kerap terjadi, yang disisir, Apotek,Penjualan Pulsa dan Toko.lainnya.

Minggu, 26 Oktober 2025

Dibalik Kemeriahan HUT Kota Tasikmalaya | Warga Cigantang Tidur Dalam Guyuran Hujan | Rumah Tanpa Atap

Ditengah hinggar bingarnya perayaan HUT Kota Tasikmalaya yang Ke-24 yang dipenuhi Euforia sesaat. Disudut Kota,musibah melanda salah seorang warga Kota Tasikmalaya Rumah Ii Sutinah 
Alamat Kampung Nangela RT 01 RW 06 kelurahan Cigantang kec Mangkubumi di Kecamatan Mangkubumi ,Kampung Nangela RT 01 RW 06 kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya,rumah yang ditempatinya ambruk, dengan kondisi genteng hancur berantakan,nyaris tidak mempunyai atap, Kesenjangan sosial terjadi ,Kondisi ini terjadi ditengah hinggar – binggarnya seremonial Kota Tasikmalaya,. Ironi ini menyoroti perbedaan kelas ekonomi yang ekstrem.

Menurut keterangan Soni warga sekitar,bahwa,

Rumah Tanpa Atap

 “ Setiap kali hujan datang,rumah ini seakan ikut menangis,mengingat betapa rapuhnya penyangga rumah,dinding yang lapuk mulai elengkung, dan retakan-retakan panjang seperti urat-urat tua yang menahan beban terlalu lama, kondisi ini sudah lama terabaikan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, sudah berulang kali,kami melaporkan kepada Kelurahan dan Kecamatan, dari pihak Kelurahan dan Kecamatan sempat meninjau ke rumah ini,namun tidak ada tindaklanjutnya(hanya kunjungan seremonial),” Paparnya. 

Lanjut Soni,

 “ Sebagian warga miskin terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak, sementara para pejabat bersuka ria ditengah hiburan HUT Kota Tasikmalaya, kurangnya koordinasi dan tindak lanjut atas laporan kami,membuat kami memandang HUT Kota Tasikmalaya ,hanya menghamburkan uang belaka, serta mementingkan seremonial,mereka lupa anggaran yang digunakan merupakan uang dari pajak yang dikumpulkan, yang saya agak sedikit kecewa laporan yang diterima hanya dipandang sebelah mata,tanpa menindaklanjuti rumah yang hapir rata dengan tanah,” Jelasnya. 
Genting Hancur Berantakan

Pemerintah memang wajib memperhatikan rumah warga yang hampir roboh, karena hal ini berkaitan erat dengan hak dasar warga atas tempat tinggal yang layak dan aman. Kewajiban ini diwujudkan melalui berbagai peraturan dan program yang ditujukan untuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman mewajibkan negara untuk menjamin warganya mendapatkan perumahan yang layak. Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan, termasuk pengawasan, fasilitasi, dan koordinasi untuk penyediaan rumah bagi warganya.

Jumat, 17 Oktober 2025

Plt TPA Ciangir | Mendukung Program | Sampah Menjadi Karya Seni

 

Baru –baru ini sudah dilaksanakan pelatihan olahan sampah plastic menjadi sebuah produk yang bisa dijual.atas dasar ide dari pihak TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Kota Tasikmalaya,Kelurahan Payingkiran ,Kecamatan Indihiang, telah bisa menyulap sampah menjadi sebuah karya kerajinan tangan, yang cukup menarik, diabataranya kursi,meja, pot dan lain sebagainya.

Deni Indra S.IP
Plt Kepala TPA Ciangir

Disis lain saat ditemui kru media, Plt.TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Deni Indra S.IP mengatakan,

“ saya sangat mendukung atas kreatifitas yang dilakukan warga Kelurahan Panyingkiran diprakarsai oleh TPS3R, sampah plastic di kemas dan diciptakan menjadi sebauah produk yang mempunyai harga, Artinya sampah ini adalah masalah kita semua; tidak hanya para ahlinya, tetapi kontribusi peran masyarakat juga sangat penting dalam pengelolaan sampah,” ucap Indra

TPA pada dasarnya merupakan komponen penting dalam upaya penanganan sampah. TPA memiliki peran sebagai layanan mendasar yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu mengurangi timbulnya sampah dari sumbernya serta mengelola sampah dengan tepat. Namun kenyataannya, TPA dianggap sebagai solusi utama yang diandalkan untuk mengatasi masalah sampah.

TPA Ciangir Kota Tasikmalaya

“ saya berharap paradigma atau pandangan masyarakat atas TPA bisa di ubah ,Kondisi ini terjadi karena pola tradisional pengelolaan sampah yang menjadikan TPA sebagai solusi akhir dari penanganan sampah. Bagi sebagian besar masyarakat, menerapkan langkah-langkah pengumpulan, pembuangan dan pengangkutan sampah adalah upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah. Akibatnya, sampah yang setiap hari dihasilkan oleh masyarakat hanyalah berpindah dari pemukiman masyarakat ke tempat yang jauh dari pemukiman. Namun pertanyaannya, apakah setelah itu masalah sampah benar-benar teratasi?tentu tidak,Papar Indra

Dampak positif mengubah sampah plastik menjadi karya seni

Mengurangi limbah: 

Mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari lingkungan.

Pemberdayaan ekonomi: 

Menciptakan peluang ekonomi baru bagi pengrajin lokal untuk memperoleh penghasilan tambahan. 

Meningkatkan kesadaran lingkungan: 

Menginspirasi masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi sumber inspirasi dan barang berharga. 

Menambah nilai estetika: 

Menjadikan barang bekas menjadi objek yang indah dan bermanfaat, seperti hiasan dinding, pot tanaman, atau perhiasan. 

Contoh karya seni dari sampah plastik

Kerajinan tangan: Tas belanja, dompet, tempat pensil, atau keranjang. 

Dekorasi rumah: Lampu hias dari botol plastik, hiasan dinding dari botol dan gelas plastik, atau pot bunga dari botol plastik. 

Pakaian dan aksesoris: Pakaian dari bungkus makanan ringan, atau tas dari kantong plastik. 

Konstruksi: Menggunakan teknik ecobrick (botol berisi plastik padat) untuk membuat meja, kursi, atau bangunan

 

 

Dewan Kebudayaan Kota Tasikmalaya Kritik Keras | Pemerintah Hanya Mengedepankan Seremonial

 

( Untuk membuka HUT 24 Kota Tasikmalaya,disayangkan tidak mengadakan pembukaan secara hidmat,yaitu Tasyakur Bin Ni’mah )

Kamis,16 Oktober 2025, di Pendopo Tasikmalaya(Alun-Alun), dilaksanakan sebuah acara menyambut HUT Kota Tasikmalya yang ke 24.yang bertajuk “ Tasyakur Bin Ni’mah” dipimpin oleh Wakil Ketua Kebudayaan Kota Tasikmalya Ki Sanca.

Dewan Kebudayaan Kota Tasikmalaya

Hampir seluruh penggiat kebudayaan,padepokan dan dari unsur kebudayaan dan kesenian hadir dalam acara ini. Wakil Dewan  Kebudayaan(Ki Sanca) mengkritik keras atas diselenggarakannya item HUT Kota Tasikmalaya .

“ saya mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran rekan-rekan dari lembaga,kebudayaan, Ormas,LSM, yang ada di Kota Tasikmalaya khususnya, bisa bertemu dan bersilaturahmi dalam acara Tasyakur Bin Ni’mah ini, dan saya juga tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Kabupaten Tasikmnalaya, yang telah meminjamkan tempat ini serta telah memberikan berbagai macam sumbangsih atas dilaksanakannya serta kelancaran agenda ini,” Kata Ki Sanca.

Lanjutnya,

“ Dan tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintahan Kota Tasikmalaya atas kepedulianya kepada kebudayaan. Dewan kebudayaan milik kita bersama, mulai dari padepokan,sanggar dan lainnya, dewan kebudayaan sebagai jembatan untuk saudara-saudara kita yang ada dibawah. ,” Tegasnya.

Dewan Kebudayaan meminta dukungan dari semua penggiat,padepokan dan sanggar untuk bisa mendukung keberadaan dewan kebudayaan ini. Terbentuknya dewan kebudayaan di Kota Tasikmalaya, dengan tujuan memajukan kebudayaan baik kebudayaan benda maupun tak benda serta bisa bekerjasama dengan dewan kesenian, bersinergi untuk mencapai satu tujuan memajukan kebudayaan yang berada di Kota Tasikmalaya.

“ Kami membuka pintu lebar-lebar baik dari komunitas maupun lainnya dengan tujuan melestarikan dan memajukan kebudayaan yang ada di Kota Tasikmalaya,saya sangat terbuka dan akan menerima dengan baik, ada dewan kebudayaan bisa Memberikan masukan kebijakan ,pertimbangan, rekomendasi, dan masukan kepada pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan yang tepat di bidang kebudayaan. ,” Paparnya.

Dewan Kebudayaan Singgung  HUT Kota Tasikmalaya | Isinya Seremonial

Selaku Ketua Dewan Kebudayaan KI Sanca,menyinggung kaitan racikan acara HUT Kota Tasikmalaya, hanya acara seremonial saja, yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Harapak ketua dewan kebudayaan, dari mulai ulama,penggiat budaya dan lainnya, berkumpul di lapangan untuk menggelar Dzikir ,tawasul bersama untuk mendoakan para pendiri Kota Tasikmalaya dan para leluhur ( tidak lupa atas jati diri).

Ketua Dewan Kebudayaan Dan Wakil

“ Kami sangat menyangkang acara yang ada, hanya mencakup seremonial semata,tidak ada nilai-nilai kebudayaan yang ada didalamnya, harusnya Pemerintah bisa mengangkat nilai seni budaya yang ada, bukan joget-joget( unsur tidak mendidik) ,saya mendukung perayaan HUT ini dilaksanakan disetiap Kecamatan, tapi dengan catatan, tonjolkan nilai-nilai kesenian dan kebudayaan yang ada disetiap Kecamatan,angkat sejarah disetiap Kecamatan agar generasii muda tahu akan jati diri dan kesenian,sejarah  serta kebudayaannya,” Papar Ki Sanca.

Sorotan pihak Dewan Kebudayaan meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya,mendahulukan terlebih dahulu acara Tasyakur Bin Ni’mah, dengan cara merespon akan sejarah Kota Tasikmalaya,mempertontonkan kepada khalayak ramai keberadaan kebudayaan,kesenian,sejarah yang ada di Kota Tasikmalaya,hal ini mencerminkan bahwa Pemerintah tidak lupa akan sejarah,asal-usul jati diri Pemerintah Kota Tasikmalaya.setelah acara Tasyakur Bin Ni’mah,baru hal seremonial bisa dilakukan.

Dukung Ketahanan Pangan | Dinas Pertanian Menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Ikan Nila bagi Masyarakat | Kolaboarasi Kelurahan Panyingkiran

 

Kamis,16 Oktober 2025 di Gedung Serba Guna Kelurahan Panyingkiran dilaksanakan pelatihan perikanan darat.IKAN NILA merupakan salah satu komoditi ikan air tawar yang prospek untuk dibudidayakan, karena kebutuhan pasar masih cukup besar. Hal ini yang disampaikan Kabid Perikanan Kota Tasikmalaya,Djamaludin Agustian,saat menjadi narasumber dalam pembinaan kepada masyarakat di Kelurahan Panyingkiran Kota Tasikmalaya.

Memberikan Bantuan Pakan Ikan

pelatihan ini bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. yang paling ditekankan ialah mendukung program ketahanan pangan. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat  dapat berpartisipasi aktif dalam program tersebut dan memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujar Djamaludin.

Kepala Bidang Perikananpun memberikan bantuan berupa pakan ikan kepada masyarakat yang hadir, Tentu, dengan adanya fasilitas ini, diharapkan mayarakat dapat mempraktekkan ilmu yang telah didapat dan memiliki bekal keterampilan untuk diterapkan dilapangan.

Camat Indihiang yang didampingi Lurah Panyingkiran ,sependapat,atas dilaksanakannya pelatihan perikanan ini,

“ Program pelatihan budidaya ikan nila ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi warga masyarakat khususnya panyingkiran, dan pada umumnya di Kecamatan Indihiang, dalam menciptakan masyarakat mandiri dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional.” Kata Nanang.

Tujuan pelatihan perikanan darat yang dilaksanakan di Kelurahan Panyingkiran, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, dan menambah peluang kerja melalui peningkatan keterampilan budidaya ikan. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat menjalankan usaha perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan, termasuk melakukan diversifikasi produk dan penerapan praktik yang ramah lingkungan. 

Peserta Pelatihan Perikanan

Tujuan utama:

·         Meningkatkan ekonomi warga: Melalui budidaya ikan sebagai sumber pendapatan tambahan atau utama. 

·         Memenuhi kebutuhan gizi: Menyediakan protein hewani yang sehat dan terjangkau untuk keluarga. 

·         Menciptakan lapangan kerja: Membuka peluang kerja baru baik dalam bidang produksi maupun pengolahan hasil perikanan. 

Tujuan jangka panjang:

·         Meningkatkan kapasitas SDM

Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk budidaya ikan yang lebih efektif. 

·         Diversifikasi usaha

Memperluas jenis usaha dengan membudidayakan berbagai jenis ikan atau mengolah hasil tangkapan untuk nilai tambah. 

·         Menerapkan praktik berkelanjutan

Memastikan kegiatan perikanan tidak mengganggu lingkungan dan ekosistem perairan. 

·         Meningkatkan daya saing

Menghasilkan produk perikanan yang berkualitas baik untuk pasar lokal maupun yang lebih luas. 

 

BAZNAS Awards Kota Tasikmalaya 2025 Memberikan Penghargaan 47 Tropi dan 80 Piagam | Kepada Seluruh Elemen | Seleksi Ketat

 

Beberapa hari kebelakang,Baznas Kota Tasikmalaya melaksanakan serta memberikan penghargaan kepada Walikota sampai Sekolah, baik tingkat lembaga maupun perorangan, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ketua Baznas Kota Tasikmalaya H.Nasihin S.IP, disela-sela kegiatan menyampaikan kepada awak media,bahwa,

“ Penghargaan ini diberikan guna
menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh penerima penghargaan. Nasihin menekankan bahwa kontribusi yang diberikan para penggerak zakat merupakan bagian penting dari dakwah zakat yang membawa manfaat luas bagi umat. ,Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mitra, atas apa yang Bapak/ Ibu lakukan selama ini. Apa yang sudah kita lakukan ini menjadi bagian penting dari dakwah zakat yang luar biasa,” ujar Nasihin.

Ketua Baznas Kota Tasikmalaya
H.Nasihin,S.IP

Lebih lanjut, H.Nasihin menuturkan, penyelenggaraan BAZNAS Awards 2025 dilakukan secara besar-besaran untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para penggerak zakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan di berbagai elemen masyarakat,baik OPD,maupun masyarakat ,H.Nasihinpun  menegaskan, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kontribusi nyata, bukan karena faktor lain. Ia menolak anggapan bahwa BAZNAS memberikan penghargaan secara murah tanpa pertimbangan yang matang.,” Tegasnya.

H.Nasihin menambahkan, perhatian BAZNAS terhadap para penerima penghargaan dilakukan dengan seleksi yang ketat. Setiap penerima dinilai berdasarkan kiprah, dedikasi, serta dampak nyata yang telah mereka berikan kepada masyarakat.
tak hanya lembaga, ungkap H.Nasihin, penghargaan juga diberikan kepada tokoh perorangan yang dianggap memberikan sumbangsih besar, baik secara spiritual, motivasi, maupun praktik nyata dalam memperkuat BAZNAS Kota Tasikmalaya.


Senin, 13 Oktober 2025

Terobosan Kabid Perikanan Kota Tasikmalaya

Setiap Kecamatan Mempunyai Pasar Ikan | Unggulan Ikan Darat |Meningkat PAD

Saat ditemui di ruang kerjanya Senin,13 Oktober 2025,Kabid Perikanan Djamaludin Agustian ,mempunya satu terobosan ,untuk menghidupkan Depo Ikan,Petani Ikan dengan cara mendekatkan Masyarakat degan Pasar Ikan serta upaya menghidupkan dan kemajuan Depo Ikan,Kabid Perikanan Djamaludin Agustian. memaparkan berbagai upaya yang akan dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya dalam rangka meningkatkan produksi perikanan di Kota Tasikmalaya,dirinya memiliki konsep terobosan, guna menghidupkan sirkulasi penjualan Ikan, di Depo Ikan.

Kabid Perikanan Kota Tasikmalaya
Djamaludin Agustian

“ Agar Depo Ikan dapat menyuplay kebutuhan pasar secara efektif, diperlukan manajemen rantai pasok yang terintegrasi, hal ini hanya mencakup penyediaan stok yang memadai tetapi juga menjaga kualitas dan memastikan distribusi yang cepat ke konsumen, agar hal itu terwijud, saya, mempunyai terobosan baru, di setiap Kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya, bisa dibuatkan Pasar Ikan Khusus, untuk barangnya di suplay dari Depo Ikan,Depo Ikan di suplay dari BBI, jejaring ini akan menumbuhkan perputaran ekonomi yang lebih cepat,” Kata Djamaludin.

Depo ikan darat yang menyuplai langsung ke pasar memberikan banyak manfaat bagi produsen, konsumen, dan pasar secara keseluruhan,proses ini memotong mata rantai distribusi yang panjang, sehingga meningkatkan efesiensi dan kualitas produk.

“ Apabila disetiap Kecamatan ada Pasar ikan khusus dengan tempat yang strategis,maka akan terjadi ? Keuntungan bagi produsen (petani ikan) Akses pasar lebih mudah. Para pembudidaya ikan di setiap kecamatan tidak perlu lagi pergi jauh untuk menjual hasil panen mereka,harga lebih stabil. Dengan jalur distribusi yang lebih pendek dan persaingan yang sehat, para petani ikan dapat menjual produknya dengan harga yang lebih menguntungkan dan stabil, tidak lagi didominasi oleh tengkulak.,” Kata Djamaludin.

Sebagai sentral atau satelitnya Pasar Ikan Depo Ikan ,dengan sendirinya bisa mengkontrol harga  dipasaran ( Stabil | tidak ada perbedaan) Waktu pemasaran lebih cepat. Produk perikanan, terutama ikan segar, mudah rusak. Dengan pasar yang dekat, proses pemasaran bisa lebih cepat, sehingga kualitas ikan tetap terjaga.

“ Peningkatan motivasi budidaya. Adanya pasar khusus yang terjamin membuat petani ikan lebih bersemangat untuk meningkatkan produksi dan kualitas ikannya. kemudahan akses. Masyarakat di setiap kecamatan dapat dengan mudah membeli ikan segar tanpa harus menempuh jarak jauh. “ Tegasnya.

Dampak ekonomi bagi wilayah

Meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Pasar ikan khusus akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menghidupkan perekonomian di tingkat kecamatan.Menciptakan lapangan pekerjaan. Munculnya pasar akan membuka peluang kerja baru, seperti pedagang, tukang angkut, hingga pekerja pengolahan ikan.Mendorong pertumbuhan usaha pendukung. Industri-industri pendukung lainnya, seperti usaha kuliner berbahan dasar ikan atau pengolahan hasil perikanan, juga akan tumbuh.Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengelolaan pasar yang baik dapat menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah. 

 

Sabtu, 11 Oktober 2025

Daur Ulang salah Satu Cara “Memperpanjang Umur TPA


Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, yang baru –baru ini menghadiri kegiatan pembinaan pengelolaan sampah di Aula Kelurahan Payingkiran yang di hadiri Rt dan Rw. Dalam smbutannya Dewi ( perwakilan DLH Kota Tasikmalaya) memaparkan didepan Rt/Rw yang hadir,bahwa,

“ kita harus bijak dalam membuang sampah rumah tangga, apalagi sampah plastik,permasalah yang ditimbulkan kaitan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya akan menimbulkan efek negative kesehatan,dan apabila masyarakat bisa mengolah sampah plastik menjadi produk rumahan yang kreatif dan bernilai ekonomi,kedepannya TPA Ciangir akan terkendali malah akan menyusut volume sampah yang menggunung,” Papar Dewi.

Produk Daur Ulang

 Menurut Dewi,masyarakat Kota Tasikmalaya harus membantu usia TPA Ciangir,agar usianya lebih panjang serta tidak menimbulkan permasalahan penumpukan dan pencemaran.

“ Cara masyarakat untuk bisa menyelamatkan TPA  supaya bisa tekendali dan umur panjang langkah paling efektif adalah dengan mengurangi ,mendaur ulang, dan mengolah sampah,serta meningkatkan manajemen TPA yang sudah ada,masyarakat harus bisa berkolaborasi dengan kami dan saling berinteraksi kaitan sampah,” Kata Dewi.

Memang, kita tidak bisa menghindari sampah. Sampah atau limbah adalah produk sisa yang dihasilkan dari aktivitas tertentu hingga kegiatan konsumsi. Sektor pertanian menghasilkan limbah, begitu juga dengan kehidupan sehari-hari kita dari sisa dapur hingga botol shampo. Tanpa kita sadari, sampah dapat mempengaruhi lingkungan maupun kesehatan kita.

Di lain pihak Camat Indihiang yang didampingi Lurah Payingkiran(Maman) sepedapat,cara mengelola sampah yang baik harus dari rumah.

“ Jika tidak ditangani dengan baik, sampah akan mengeluarkan gas metana. Tumpukan sampah terbuka yang dibakar akan melepaskan karbon dioksida yang akan menyumbang perubahan iklim,jadi, bagaimana kita bisa menjadi bagian dari solusi pengurangan sampah?

Kita bisa mulai dari lingkungan rumah. Mulailah dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga kita, seperti mengurangi pembelian makanan dengan kemasan; menghindari kantong plastik sekali pakai; membuat kompos dari sampah dapur; dan membuang limbah berbahaya secara bertanggung jawab. Gunakan kembali dan olah barang-barang agar bisa digunakan kembali jika memungkinkan – dengan berbagai kreasi yang dapat dikembangkan,”Jelas Camat Indihiang ( Nanang)

Memilah sampah ke dalam kelompok sampah yang dapat terurai dan sampah tidak dapat terurai merupakan strategi efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan memisahkan sampah basah dari sampah kering, kita juga membantu mengurangi beban tempat pembuangan sampah kita. Dari rumah tangga hingga bisnis, kita semua harus bisa mengelola sampah secara lebih bijak.

 

Terobosan TPS3R Mengurangi Sampah Menyerap Tenaga Kerja

 

Terobosan TPS3R Kelurahan Panyingkiran | Kecamatan Indihiang | Kota Tasikmlaya, untuk mendaya gunakan limbah plastik maupun limbah lainya ,bisa dikelola menjadi sesuatu yang berguna serta mempunyai nilai ekonomis.

Menerapkan prinsip 3R ( Reduce,Reuse,Recyle) dalam mengelola sampah ,beberapa hari kebelakang Direktur TPS 3 R Yaya Sunarya ,bersama Lurah Panyingkiran Maman Permana mengadakan pembinaan pengelolaan sampah, di Aula Kelurahan Panyingkiran.,yang dihadiri para Rw dan Rt.

Yaya Sunarya
Direktur TPS3R

“ Dengan dilakukannya pembinaan terus-menerus kepada masyarakat,keberadaan TPS3R Cipanyir, ada peningkatan dalam hal pengurangan sampah, sebelum adanya Bank Sampah, tingkat kesadaran masyarakat atas sampah sangat memprihatinkan, namun setelah berdirinya TPS3R, secara siginfikan pengurangan sampah yang dibuang ke TPA berkurang,” Kata Yaya.

Diakuinya bahwa masyarakat telah memiliki kesadaran akan bahaya penumpukan sampah,yang ada disekitar lokasi TPS3R,upaya untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku positif memerlukan edukasi,infrastruktur yang memadai, solusi yang utama memilah dan memilih sampah dari sumbernya (dari rumah),dan terbukti sampah yang dikelola dengan baik serta disulap menjadi sesuatu produk yang bisa dijual dipasaran.

Produk Hasil Karya TPS3R

“ Banyak yang kita hasilkan di tempat TPS3R,diantaranya sampah sisa makanan yang berasal dari dapur rumah, dapat dikelola menjadi sumberdaya yang baru yakni pupuk kompos. Pupuk kompos digunakan untuk memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah,adapun ,produk yang dihasilkan dari TPS3R ,pupuk  kompos dan pupuk cair,” Jelas Yaya.

Tidak hanya mengelola sampah organic yang  menghasilkan kompos dan pupuk cair saja yang dilakukan TPS3R,sampah anorganikpun disulap menjadi sebuag benda yang bisa dilempar kepasaran,contohnya kursi,meja,pas bunga,pot tanaman,keranjang dan lainnya.

Selasa, 07 Oktober 2025

Grib Jaya Berbudaya Akan Menggelar “Ngangkat Budaya Sunda Ngaringkid”

 

Selasa,7 Oktober 2025,Baru-baru ini Ki Sanca selaku Wakil Dewan Kebudayaan Kota Tasikmalaya bersilaturahmi ke Grib Jaya  Ranting Nagara wangi Kota Tasikmalaya. mendapat ucapan selamat  dari wakil ketua Grib Jaya ( Farid ) atas   dibentuknya Dewan Kebudayaan, yang baru lalu telah dibentuk kepengurusannya.

Ki Sanca Bersama Wakil Ketua Grib Jaya (Farid)

Tidak hanya itu ,ucapan selamat atas diangkatnya Ki Sanca sebagai ketua bidang seni dan budaya grib jaya,diluncurkan oleh Ketua Umum Grib Jaya ( Bapak Jajang ),

Saat ditemui tim media Ki Sanca akan mengelar sebuah event yang bertajuk “ Grib Jaya Berbudaya”

“ Grib Jaya akan melaksanakan kegiatan kebudayaan ,dalam waktu dekat, hal ini dilakukan atas kepedulian grib jaya dengan kebudayaan lokal, makna dari acara ini simbol siloka ,antara lain :

kita sebagai orang sunda yang menjadi tema ngarimgkid  penuh dengan filosopi dan makna yang perlu disampaikan kepada semua lapisan masyarakat Makna ngaringkid bahasa indonesia nya orang serakah  .ngiringkid dengan arti luasnya diantaranya.

 “Mencermin kan dan arti yang di alami oleh indonesia..korupsi meraja rela,orang haus  jabatan ,hak rakyat di rampog oleh oknum oknum para pejabat ,sumber alam indonesia d kuasai oleh para penguasa dan  pengusaha,  gunung gunung diringkid dengan rata tak ada sisa ,” Papar Ki Sanca.

Dalam acara gelar budaya yang akan dilaksanakan Grib Jaya ,menggandeng serta melibatkan  dari anak jalanan pank,komunitas vespa

Lanjut Ki Sanca,

“ saya berharap kegiatan ini berjalan lancar dan meriah,gebrakan acara dari Grib Jaya perlu didukung semua pihak,termasuk pemerintah daerah, Budaya merupakan jati diri bangsa, dan kepedulian terhadap budaya lokal dapat mencegah hilangnya identitas bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya asing. 

Melestarikan budaya adalah bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap warisan nenek moyang yang telah diwariskan secara turun-temurun. 

Budaya memiliki potensi untuk menjadi pendorong pembangunan berkelanjutan, di mana revitalisasi dan pemberdayaan kawasan budaya dapat berdampak positif pada ekonomi masyarakat setempat. ,” Pungkasnya.

Senin, 06 Oktober 2025

Lubang Resapan Biopori Jangan Dianggap "Tidak Penting" | Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Pemerintah perlu memberikan perhatian serius pada lubang resapan biopori karena menawarkan solusi sederhana, murah, dan efektif untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan

Urbanisasi dan penambahan penduduk yang pesat di kota Tasikmalaya sering kali memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Salah satu dampak paling signifikan adalah perubahan fungsi lahan yang kini banyak dialihkan menjadi area pemukiman atau bangunan komersial

Kang Ai Abdurachman
Pemerhati Lingkungan

Senin,6 Oktober 2025,Dikatakan oleh Pemerhati Lingkungan Kota Tasikmalaya,Kang Ai Abdurachman ,memaparkan pandangannya kepada kru media.

berkurangnya luas lahan terbuka hijau yang sebelumnya memiliki peran penting sebagai penyerap air hujan. Akibatnya, banyak lahan yang sebelumnya menyerap air hujan kini tertutup oleh bangunan, jalanan beton, atau material kedap air lainnya, yang menghalangi infiltrasi air ke dalam tanah. Fenomena ini mengakibatkan terjadinya genangan air, banjir, dan kekeringan yang seringkali menjadi masalah lingkungan yang sulit diatasi, terutama di daerah yang sudah terlanjur padat penduduk,” Tegasnya.

Kesadaran yang terbatas tentang konservasi air tanah dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan membuat banyak masyarakat lebih mengandalkan solusi instan, seperti pembersihan saluran air, pemasangan paving, atau pengaturan drainase yang hanya bersifat sementara.menurut Kang Ai Abdurachman,bahwa,

Padahal, solusi untuk mengatasi banjir,kekurangan air,sampah,genangan air berkaitan hal tersebut, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang telah terbukti efektif adalah penerapan teknologi lubang resapan biopori, yang merupakan solusi sederhana namun memiliki dampak yang signifikan terhadap konservasi air tanah dan pengelolaan sampah organik ,lubang resapan biopori adalah metode untuk meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan air dan meningkatkan cadangan air tanah. Metode ini bekerja dengan menggali lubang vertikal dan kemudian mengisi sampah organik seperti daun, sisa makanan, atau bahan organik lainnya. Mikroorganisme tanah akan memecahkan sampah organik tersebut dan menghasilkan kompos, yang meningkatkan kualitas tanah dan membantu air hujan meresap lebih cepat ke dalam tanah. Dalam proses ini, volume sampah organik akan berkurang dan kualitas air tanah akan diperbaiki,” Paparnya.

Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Kang Ayipun menyayangkan program Adiwiyata yang dulu marak bahkan diperlombakan,sekarang sudah tidak ada lagi,padahal program ini bisa mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian linkungan hidup, diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah,tidak hanya wilayah sekolah saja yang harus Green,wilayah Puskesmas,Perkantoran baik Swasta maupun Pemerintahan sangan perlu mengembangan dan menciptakan Green Environment ( Lingkungan Hijau ) dan mengembangkan Lubang Resapan Biopori untuk kehidupan manusia, terutama di  daerah  yang tidak  memiliki akses terhadap  air bersih yang  memadai. Tujuan konservasi  air  tanah    untuk mempertahankan  kelestarian  sumber  daya  air, mengurangi kemungkinan banjir, dan meningkatkan kualitas air dan tanah.

Lanjutnya,

 Lubang resapan biopori merupakan salah satu cara yang efisien dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut.Penerapan biopori di Kota Tasikmalaya diharapkan akan mengurangi genangan air pada musim penghujan, meningkatkan cadangan air tanah, dan membantu masyarakat mengelola sampah organik dengan cara yang lebih ramah lingkungan,serta setiap Gang ditanam Lubang Resapan Biopori sehingga air tidak langsung terbuang ke sungai,melainkan diserap terlebih dahulu oleh Lubang Resapan Biopori,” Pungkasnya.