Ryan Cardio Blog

Senin, 06 Oktober 2025

Lubang Resapan Biopori Jangan Dianggap "Tidak Penting" | Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Pemerintah perlu memberikan perhatian serius pada lubang resapan biopori karena menawarkan solusi sederhana, murah, dan efektif untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan

Urbanisasi dan penambahan penduduk yang pesat di kota Tasikmalaya sering kali memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Salah satu dampak paling signifikan adalah perubahan fungsi lahan yang kini banyak dialihkan menjadi area pemukiman atau bangunan komersial

Kang Ai Abdurachman
Pemerhati Lingkungan

Senin,6 Oktober 2025,Dikatakan oleh Pemerhati Lingkungan Kota Tasikmalaya,Kang Ai Abdurachman ,memaparkan pandangannya kepada kru media.

berkurangnya luas lahan terbuka hijau yang sebelumnya memiliki peran penting sebagai penyerap air hujan. Akibatnya, banyak lahan yang sebelumnya menyerap air hujan kini tertutup oleh bangunan, jalanan beton, atau material kedap air lainnya, yang menghalangi infiltrasi air ke dalam tanah. Fenomena ini mengakibatkan terjadinya genangan air, banjir, dan kekeringan yang seringkali menjadi masalah lingkungan yang sulit diatasi, terutama di daerah yang sudah terlanjur padat penduduk,” Tegasnya.

Kesadaran yang terbatas tentang konservasi air tanah dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan membuat banyak masyarakat lebih mengandalkan solusi instan, seperti pembersihan saluran air, pemasangan paving, atau pengaturan drainase yang hanya bersifat sementara.menurut Kang Ai Abdurachman,bahwa,

Padahal, solusi untuk mengatasi banjir,kekurangan air,sampah,genangan air berkaitan hal tersebut, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang telah terbukti efektif adalah penerapan teknologi lubang resapan biopori, yang merupakan solusi sederhana namun memiliki dampak yang signifikan terhadap konservasi air tanah dan pengelolaan sampah organik ,lubang resapan biopori adalah metode untuk meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan air dan meningkatkan cadangan air tanah. Metode ini bekerja dengan menggali lubang vertikal dan kemudian mengisi sampah organik seperti daun, sisa makanan, atau bahan organik lainnya. Mikroorganisme tanah akan memecahkan sampah organik tersebut dan menghasilkan kompos, yang meningkatkan kualitas tanah dan membantu air hujan meresap lebih cepat ke dalam tanah. Dalam proses ini, volume sampah organik akan berkurang dan kualitas air tanah akan diperbaiki,” Paparnya.

Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Kang Ayipun menyayangkan program Adiwiyata yang dulu marak bahkan diperlombakan,sekarang sudah tidak ada lagi,padahal program ini bisa mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian linkungan hidup, diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah,tidak hanya wilayah sekolah saja yang harus Green,wilayah Puskesmas,Perkantoran baik Swasta maupun Pemerintahan sangan perlu mengembangan dan menciptakan Green Environment ( Lingkungan Hijau ) dan mengembangkan Lubang Resapan Biopori untuk kehidupan manusia, terutama di  daerah  yang tidak  memiliki akses terhadap  air bersih yang  memadai. Tujuan konservasi  air  tanah    untuk mempertahankan  kelestarian  sumber  daya  air, mengurangi kemungkinan banjir, dan meningkatkan kualitas air dan tanah.

Lanjutnya,

 Lubang resapan biopori merupakan salah satu cara yang efisien dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut.Penerapan biopori di Kota Tasikmalaya diharapkan akan mengurangi genangan air pada musim penghujan, meningkatkan cadangan air tanah, dan membantu masyarakat mengelola sampah organik dengan cara yang lebih ramah lingkungan,serta setiap Gang ditanam Lubang Resapan Biopori sehingga air tidak langsung terbuang ke sungai,melainkan diserap terlebih dahulu oleh Lubang Resapan Biopori,” Pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar