Ryan Cardio Blog

Senin, 07 Juli 2025

25 Ribu Perhari Belum Dipotong Buat Makan " Penjual Kopi Keliling"

     
    Gerobak kopi keliling di Kota Tasikmalaya bukanlah pemandangan yang asing. Namun, ada satu cerita inspiratif di balik salah satu gerobak tersebut. Cucu Hariyanto, penjual Kopi Keliling, telah menarik perhatian saya karena tekad dan perjuangannya mengejar kebutuhan untuk memberikan nafkah kepada anak dan istrinya, harus rela terpisah jarak dan waktu, istri dan anaknya di Manonjaya, sedangkan Cucu tinggal di Lengkong(dirumah Kakaknya).

Cucu Penjual Kopi Keliling



        Cucu memulai profesi sebagai pedagang kopi keliling sekitar 20 tahun yang lalu sampai sekarang, tepat setelah ia masih bujangan. Bukan hal mudah baginya untuk keluar dari zona nyaman, apalagi saat teman sebayanya memilih jalan yang lebih santai. dengan terpaksa, cucu, harus rela bertemu anak dan istrinya 1 bulan sekali, disebabkan harus mengumpulkan uang,sekiranya uang yang terkumpul cukup untuk dibawa pulang, cucu baru bisa pulang Ke Manonjaya. 

        Jualan kopi keliling di atas gerobak kecil dia tekuni baru 3 bulan, sebelumnya dia jualan pakai keranjang plastic. pendapatan kotor sehari cucu mendaptkan uang (kotor belum dibelanjakan) rata-rata Rp.200.000,- sisa belanja sebesar 25 Rb perhari belum dipotong makan.cucu modal awal jualan dari mulai membuat gerobak dan isinya sebesar 3 juta., jualan sampai jam 4 sore mulai jualan jam 4 dini hari. Cucu mengaku berasal dari keluarga sederhana. Ia adalah anak dari pedagang bunga di Tasik Kota, dan menyadari bahwa membebani orang tuanya bukan pilihan yang bijak. “Saya sadar diri. 


        Orang tua saya hanya pedagang bunga. Maka saya putuskan untuk membantu diri saya sendiri dengan berjualan kopi keliling,” tuturnya. Berbekal semangat dan ketekunan, Cucu berdagang mulai pukul 04.00 hingga 17.00 WIB. Dalam sehari, ia bisa meraih pendapatan sekitar Rp200.000,- hingga (belum dipotong untuk belanja barang yang habis) “Keuntungan saya Rp1.000 per cup. Bagaimana lagi pak, jaman sekarang bila tidak ditekuni, mau makan dari mana?,” ucapnya.

1 komentar: