Kawasan Wisata Tematik tepatnya di gang wisata payung geulis
As-Salaam Kel.Panyingkiran, akhir-akhir ini menjadi sorotan dari pejabat maupun
dari masyarakat. Apabila kita masuk kedalam gang wisata, yang pertama kali kita
lihat, gapura payung kuncup, lebih dalam lagi kita melangkah, kita akan melihat
payung geulis (tradisional dijemur).
Kendala
Yayatpun mengakui kendala yang mereka
hadapi, adalah SDM, pelukis payung geulis masih generasi tua, dan untuk
regenerasi penerus belum ada, hal ini menjadi kekhawatiran saya, bila generasi
tua sudah tidak ada, siapa yang akan melanjutkan, pastinya payung geulis tradisional
hanya tinggal cerita, kendala SDM, bukan satu-satunya yang kami
hadapi,promosi,pemasaran dan juga permodalan, tentunya kami harapkan pemerintah
bisa dengan serius memperhatikan, akan kelestarian payung tradisonal payung
geulis ini, kami inginkan pyung geulis menjadi tuan rumah di daerah sendiri,
bukan hanya ikut pameran kedaerah lain saja, namun wisata luar yang datang ke
Kota Tasikmalaya untuk melihat dan membeli produk payung geulis, seperti halnya
produk Garut, mau produk garut, kita pasti datang ke garut’,”Pungkasnya.(Ryan
Cardio)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar