![]() |
| Sampah Dibibir Sungai |
Tumpukan
sampah diantara Resto dan Hotel ada aliran
sungai sedang hangat dibicarakan di Medsos, mereka menyentil kinerja Walikota
Tasikmalaya, atas penangan sampah dari hari kehari tidak pernah surut dari
pandangan mata.
Menurut
mayarakat, ditempat tersebut ada TPS, hanya saja kontener yang terparkir di
dekat sungai, sudah penuh oleh sampah. Sehingga masyarakat, entah masyarakat
dari mana, yang membuang sampah ke pinggiran sungai tersebut.
Sabtu, 19 Juli 2025,DLH Kota Tasikmalaya, melalui Kabid. Pengelolaan Sampah ( Feri Arif Maulana ) bergerak cepat ke lokasi Irigasi ciromban RW 01 Kel yudanegara kec Cihideung Sungai Citanduy di Jalan R. Ikik Wiradikarta –Tawangsari.
Disela-sela
mengatur dan menaikan sampah dibibir sungai, saya berkesempatan meminta
penjelasan dari Kabid. Pengelolaan Sampah didampingi RW setempat.
“ Masyarakat cenderung membuang sampah
ke sungai karena beberapa faktor, termasuk kurangnya kesadaran akan dampak
lingkungan, dengan anggapan bahwa sungai
akan membersihkan sampah dengan sendirinya, hal ini jelas tidak dibenarkan,”
Kata Feri.
Para pegawai DLH , Nampak sibuk
menarik, menaikan , membersihkan tumpukan sampai yang tercecer disepanjang
bibir Sungai, mereka tidak riskan dengan aroma bau yang menyengat hidung, hal
ini membuktikan petugas DLH tidak diam setiap harinya, mereka dituntut untuk
tetap membersihkan sampah di seluruh sudut Kota Tasikmalaya.
Lanjut Feri Arif,
![]() |
| Feri Arif Dan RW |
Kurangnya Kesadaran Lingkungan:
Beberapa orang
percaya bahwa sampah yang dibuang ke sungai akan hanyut dan hilang, padahal
sebenarnya hanya berpindah tempat dan mencemari lingkungan di hilir.
Kebiasaan dan Budaya:
Membuang sampah
ke sungai bisa menjadi kebiasaan yang sudah berlangsung lama dan sulit diubah
karena kurangnya edukasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan.
Malas:
Rasa malas untuk
mencari atau membawa sampah ke tempat pembuangan sampah yang jauh juga menjadi
faktor pendorong.
Keterbatasan Ekonomi:
Beberapa
masyarakat mungkin merasa bahwa pengelolaan sampah yang baik membutuhkan biaya
yang tidak mereka miliki.
Faktor Pendidikan:
Kurangnya
pemahaman tentang pengelolaan sampah” Pungkasnya.


Wah.....mantap
BalasHapusLanjutkan
BalasHapus