Ryan Cardio Blog

Kamis, 17 Juli 2025

Buang Sisa Pugaran Bangunan Di Jembatan

 

Masih Banyak Masyarakat Gemar Buang sampah

Tanpa Memandang Lokasi " Gercepnya Pemerintah disalah Artikan"

Sisa Puing Bangunan
Gercepnya Pemerintah Melalui Kolaborasi PSDA dengan Dinas Lingkungan Hidup,Selasa,19 November 2024 ,lalu  melakukan aksi bersih-bersih Sungai Cibadodon Jalan Taman Harapan, atas laporan dari Masyarakat.bahwa di Sungai ini, banyak tumpukan sampah, berasal dari Pasar Cikurubuk, sehingga saat musim penghujan air dari sungai ini meluap,masuk kepemukiman penduduk Kepala Bidang PSDA Rino Ishya Muharam hadir memberikan suport kepada para pekerja yang turun ke Sungai Cibadodon, saat menetralisir sungai yang terhambat sampah.

 Kolaborasi PSDA dengan Dinas Lingkungan Hidup,Selasa,19 November 2024 yang lalu, telah membersihkan saluran ini, namun sangat disayangkan, tindakan Gercep melakukan aksi bersih-bersih Sungai Cibadodon Jalan Taman Harapan ini, disalh artikan oleh oknum seseorang  membuang sisa rerentuhan bangunan disamping jembatan kecil Jalan HZ.Mustofa.

Pemandangan monohok ini, mencedrminkan minimnya kepedulian sebagian masyarakat tentang arti sebuah kedisiplinan.

Dikatakan oleh penggiat lingkungan Yan Daya Permana, saat dilokasi pembuangan sisa reruntuhan bangunan, , angkat bicara terkait persoalan ini.

“ Kondisi ini tak hanya merusak estetika kota, tapi juga berpotensi memicu pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. tumpukan barangkal (sisa pugaran bangunan) serta limbah rumah tangga lainnya menjadi sorotan banyak pengguna jalan.menyayangkan perilaku sebagian warga yang masih abai terhadap kebersihan lingkungan, padahal sarana kebersihan sudah disediakan oleh pemerintah daerah.” Kata Kang Yan.

Yan Daya Permana Menambahkan,

 “Ini masalah kesadaran, bukan fasilitas. Tempat sampah ada, tapi tetap saja dibuang sembarangan. Ini bukan sekadar merusak pemandangan, tapi mencerminkan budaya masyarakat yang belum sadar lingkungan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu dampak lanjutan, seperti penyumbatan saluran air saat hujan deras hingga menjadi sarang penyakit.” tegas Yan Daya.

Warga sekitar menyarankan  ada papan peringatan atau kamera pengawas agar pembuang sampah sembarangan bisa dikenali dan diberi sanksi sosial maupun administrative Fenomena sampah yang menumpuk di tengah fasilitas kebersihan yang tersedia menjadi cermin buruknya kesadaran kolektif.

Pemerintah, masyarakat, dan aktivis lingkungan diharapkan bersinergi membangun budaya bersih agar Kota Tasik menjadi kota yang sehat dan nyaman ditinggali.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar