Masih
Banyak Masyarakat Gemar Buang sampah
Tanpa
Memandang Lokasi " Gercepnya Pemerintah disalah Artikan"
![]() |
| Sisa Puing Bangunan |
Kolaborasi PSDA dengan Dinas Lingkungan Hidup,Selasa,19 November 2024 yang lalu, telah membersihkan saluran ini, namun sangat disayangkan, tindakan Gercep melakukan aksi bersih-bersih Sungai Cibadodon Jalan Taman Harapan ini, disalh artikan oleh oknum seseorang membuang sisa rerentuhan bangunan disamping jembatan kecil Jalan HZ.Mustofa.
Pemandangan monohok ini,
mencedrminkan minimnya kepedulian sebagian masyarakat tentang arti sebuah
kedisiplinan.
Dikatakan
oleh penggiat lingkungan Yan Daya Permana, saat dilokasi pembuangan sisa
reruntuhan bangunan, , angkat bicara terkait persoalan
ini.
“
Kondisi ini tak hanya merusak estetika kota, tapi juga berpotensi memicu
pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. tumpukan barangkal (sisa
pugaran bangunan) serta limbah rumah tangga lainnya menjadi sorotan banyak
pengguna jalan.menyayangkan perilaku sebagian warga yang masih abai terhadap
kebersihan lingkungan, padahal sarana kebersihan sudah disediakan oleh pemerintah
daerah.” Kata Kang Yan.
Yan
Daya Permana Menambahkan,
“Ini masalah kesadaran, bukan fasilitas.
Tempat sampah ada, tapi tetap saja dibuang sembarangan. Ini bukan sekadar
merusak pemandangan, tapi mencerminkan budaya masyarakat yang belum sadar
lingkungan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu
dampak lanjutan, seperti penyumbatan saluran air saat hujan deras hingga
menjadi sarang penyakit.” tegas Yan Daya.
Warga sekitar menyarankan ada papan peringatan atau kamera pengawas agar pembuang sampah sembarangan bisa dikenali dan diberi sanksi sosial maupun administrative Fenomena sampah yang menumpuk di tengah fasilitas kebersihan yang tersedia menjadi cermin buruknya kesadaran kolektif.
Pemerintah,
masyarakat, dan aktivis lingkungan diharapkan bersinergi membangun budaya
bersih agar Kota Tasik menjadi kota yang sehat dan nyaman ditinggali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar