Kemakmuran menurut orang
Sunda,adalah rumah bagus,pakaian baru,jadi rumah bagi orang Sunda sebuah impian
yang pertama. KDM memaparkan di saat pemaparan pertumbuhan ekonomi jawa Barat
didepan para Pejabat.
“ Jangan dulu kredit
mobil,apabila belum mempunyai rumah, jangan dulu kredit motor sebelum mempunya
rumah,mulailah dari rumah, Agamapun mengatakan bahwa surga ada di rumah,” Kata
Dedi Mulyadi.
Problem yang ada di Jawa Barat
menurut KDM, banyak pasangan suami istri,anaknya banyak dan mirisnya tidak
mempunyai rumah. Ada pasangan suami istri yang tidak dirumah petak berisikan anaknya
16 orang.
Lanjut Dedi Mulyadi,
![]() |
| Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi,SH,MH |
“ Hawa orang kaya kenyang
terus,hawa orang miskin lapar terus artinya negara harus menyelesaikan problem
kemiskinan,negara harus membangun pertumbuhan,apabila berkeinginan membangun
kemakmuran ,jangan dahulu berbicara peningkatan pendapatan rakyat, yang herus
dilakukan negara adalah bagaimana caranya rakyat bisa mengeluarkan uangnya
sedikit, , dikarenakan saya mempunyai pengalaman sebagai orang Desa ibu saya
anaknya 9 orang, tapi kenapa anak-anaknya menjadi Sarjana semua? Dikarenakan orang
tua dahulu berhasil mengatur keuangan, yang terpenting mempunyai beras,” Papar
KDM.
Yang terjadi di masyarakat
Jawa Barat hari ini adalah kelas bawah berkeinginan bergaya seperti tetangganya
yang sudah mapan, namun tidak mampu yang pada akhirnya yang terjadi pinjam uang.KDM
menyarankan para pejabat tidak memamerkan dan memposting sesuatu yang tidak
terjangkau masyarakat bawah.
“Hal ini akan menimbulkan
obsesi yang mempengaruhi pola pikir masyarakat kurang mampu, sehingga terjadi
sekarang ini,banyak orang yang tidak masak dirumah dan memilih makan diluar,
sehingga akses yang harus dibuka oleh negara sekarang ini, untuk menghindari
hal hal seperti tadi, bagaimana negara membuka akses pendidikan dengan mudah
,makanya sejak yang memimpin, inspraktuktur sekolah SD,SMP,SMA adalah keharusan
negara hadir,” tegasnya.
kekurangan gizi bukan karena
masyarkat tidak memiliki uang, melainkan faktor tingginya uang jajan
dibandingankan tradisi masak dirumah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar