Kembali Kelurahan Panyingkiran melakukan kegiatan Pemberian Makanan
Tambahan ( PMT) kepada Balita. Senin,8 September 2025, kegiatan ini dilakukan.dengan
tujuan untuk meningkatkan status gizi balita.
Dijelaskan oleh Maman Permana selaku Lurah Panyingkiran,disela-sela
kegiatan berlangsung.
“ Melalui pemberian makanan bergizi sehari-hari untuk balita,uapaya
pencegahan stunting berkelanjutan, kami bekerjasama dengan berbagai elemen,diantaranya
pihak Puskesmas Parakannyasag,Kecamatan Indihiang,RT,RW dan para Kader dan
tentunya masyarakat,” Tegas Maman.
Lanjut Maman,
“ Anak kecil, khususnya balita,bila tidak mau makan tidak usah dipaksa
makan dulu, tunggu beberapa jam,kalau lapar pasti akan mau makan,jangan diberi
snack dan susu biarkan lapar dulu,karena memaksa anak makan justru bisa membuat
anak truma dan semakin tidak mau makan,” Himbaunya.
Masalah gizi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk
masalah gizi pada balita stunting. Kekurangan asupan makanan bergizi dan
atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung
terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan,
sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh
secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan
kesehatan.
“ Maka dari itu pemberian
makanan tambahan (PMT) merupakan sebuah
program yang bertujuan untuk kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh
kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.Program ini
diadakan guna untuk mencegah stunting, yakni gizi
kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama.
Kondisi ini menyebabkan peghambatan perkembangan dan pertumbuhan bayi sehingga
bayi menjadi pendek. Stunting terjadi mulai
dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.” Pungkas
Maman.
Sasaran PMT Pemulihan adalah bayi umur 6-
12 bulan dan anak umur 12-59 bulan yang menderita kurang gizi dan dari keluarga
miskin. Secara umum pemberian makanan tambahan bertujuan untuk memperbaiki
keadaan gizi pada anak golongan rawan gizi yang menderita kurang gizi, dan
diberikan dengan kriteria anak balita yang tiga kali berturut-turut tidak naik
timbangannya serta yang berat badannya pada KMS terletak dibawah garis merah.
Pemberian makanan tambahan juga memiliki tujuan untuk menambah energi dan zat
gizi esensial. Sedangkan tujuan pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan pada
bayi dan balita gizi buruk, antara untuk memberikan makanan tinggi energi,
tinggi protein, dan cukup vitamin mineral secara bertahap, guna mencapai status
gizi yang optimal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar