Ryan Cardio Blog

Selasa, 09 September 2025

Pemberian Makanan Tambahan ( PMT) Rutin Dilaksanakan

 

Kembali Kelurahan Panyingkiran melakukan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan ( PMT) kepada Balita. Senin,8 September 2025, kegiatan ini dilakukan.dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi balita.

Dijelaskan oleh Maman Permana selaku Lurah Panyingkiran,disela-sela kegiatan berlangsung.

“ Melalui pemberian makanan bergizi sehari-hari untuk balita,uapaya pencegahan stunting berkelanjutan, kami bekerjasama dengan berbagai elemen,diantaranya pihak Puskesmas Parakannyasag,Kecamatan Indihiang,RT,RW dan para Kader dan tentunya masyarakat,” Tegas Maman.

Lanjut Maman,


“ Anak kecil, khususnya balita,bila tidak mau makan tidak usah dipaksa makan dulu, tunggu beberapa jam,kalau lapar pasti akan mau makan,jangan diberi snack dan susu biarkan lapar dulu,karena memaksa anak makan justru bisa membuat anak truma dan semakin tidak mau makan,” Himbaunya.

 

Masalah gizi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah gizi pada balita stunting. Kekurangan asupan makanan bergizi dan atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan kesehatan. 

“ Maka dari itu pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan sebuah program yang bertujuan untuk kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.Program ini diadakan guna untuk mencegah stunting, yakni gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan peghambatan perkembangan dan pertumbuhan bayi sehingga bayi menjadi pendek. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.” Pungkas Maman.


Sasaran PMT Pemulihan adalah bayi umur 6- 12 bulan dan anak umur 12-59 bulan yang menderita kurang gizi dan dari keluarga miskin. Secara umum pemberian makanan tambahan bertujuan untuk memperbaiki keadaan gizi pada anak golongan rawan gizi yang menderita kurang gizi, dan diberikan dengan kriteria anak balita yang tiga kali berturut-turut tidak naik timbangannya serta yang berat badannya pada KMS terletak dibawah garis merah. Pemberian makanan tambahan juga memiliki tujuan untuk menambah energi dan zat gizi esensial. Sedangkan tujuan pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan pada bayi dan balita gizi buruk, antara untuk memberikan makanan tinggi energi, tinggi protein, dan cukup vitamin mineral secara bertahap, guna mencapai status gizi yang optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar