Masalah Alun-Alun Indihiang
Kota Tasikmalaya,sengketa tanahnya belum berujung tuntas.diduga pihak
Pemerintah Kota Tasikmalaya abai dalam hal menyikapi kasus sengketa tanah ini.
Tepatnya 11 April 2012 silam,
Alun-Alun Indihiang dan Komplek SD Indihiang disegel | digembok Ahli Waris
Nyimas Emos Hamas Djoewaedi. Sehingga ribuan anak tidak bisa masuk kelas.hal
ini dipicu dikarenakan Pemerintah Kota Tasikmalaya, seolah tutup mata dan
telinga ( tidak mau tahu), atas kepemilikan 2 lokasi lahan ini.
Padahal sebelumnya, telah
terjadi transaksi jual beli, sebagian lahan yang berada dilokasi Alun-Alun
Indihiang, berdasarkan Cap Singa.
1.
Tanah yang sekarang di miliki Ismail Ahyar ,membeli
ke pihak Ahli Waris ( Telah bersertifikat) dasarnya Cap singa
2.
Tanah yang sekarang telah dibangun TK PGRI,
dibeli oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya ( Bersertifikat ) dasaranya Cap Singa.
Kedua lahan tersebut bisa disertifatkan keduanya
berdasarkan Cap Singa ( Hak Kepemilikan
Tanah Jaman Belanda). Namun sangat disayangkan, dikala Ahli Waris akan
mensertifikatkan sisa dari lahan yang dijual,pihak Pemerintah Kota
Taikmalaya,menolak , dengan dasar alasan,bahwa tanah tersebut Milik Pemerintah
Kota Tasikmalaya.
![]() |
| Ahli Waris Alun-Alun Indihiang Bersama Kuasa Hukum Jabar Istimewah |
Dengan kondisi yang terlunta-lunta tanpa kepastian ,dari Pemerintah Kota Tasikmalaya,akan kepemilikan Alun-Alun Indihiang dan Komplek SD Indihiang, baru-baru ini,pihak Ahli Waris Nyimas Emos Hamas Djoewaedi, menghadap Gubernur Jawa Barat ( Dedi Mulyadi ) dan diterima tim kuasa hukum Jabar Istimewa. Dikatakan oleh Ibu Kartika,selaku kuasa dari ahli waris,mengatakan.
![]() |
| Kartika Salah Seorang Ahli Waris |
“ Saya sangat berterimakasih kepada Pak KDM,melalui kuasa
hukum Jabar Istimewa, yang telah menerima kami dengan baik, dan pengaduan ini
telah ditanggapi secara professional, dan kami berharap permasalahan yang cukup
menguras waktu,tenaga,biaya dan pikiran, cepat selesai, sehingga hak kami
selaku ahli waris Alun-Alun Indihiang bisa mendapat keadilan, dan kami berharap
kepada Gubernur Jawa Barat KDM,bisa memfasilitasi dan membereskan benang kusut
yang selama ini seolah-olah menggurita tanpa ujung ,tanpa akhir.


Bismillah semoga ada solusi Aamiin 🤲🏻
BalasHapusAamiin
Hapus